Selamat Datang Di Masjid

At-Taubah

Semoga website ini menjadi wasilah silaturahim kita semua untuk bisa lebih mengenal Masjid At-Taubah.

Dari Masjid Membangun Negeri

Proses Renovasi

Lantai 1 & 2
100%
Reling
100%
Kubah
100%
Karpet
25%
Tempat Wudhu
15%
Lantai Halaman
15%
Pendingin Ruangan
60%

Merupakan salah satu masjid yang beralamat di Perumahan Puri Agung 2, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Jadwal Sholat KOTA BATAM

Memuat waktu...
Imsak
04:26
Subuh
04:36
Terbit
05:47
Dhuha
06:14
Dzuhur
11:57
Ashar
15:04
Maghrib
17:59
Isya
19:07
Laporan Infaq
URAIAN MASUK KELUAR SALDO AKHIR
Memuat data...

Masjid At-Taubah

Merupakan salah satu masjid yang terletak di Perumahan Puri Agung 2, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Lelang Pahala Jariyah untuk menyelesaikan pembangunan dan kegiatan di masjid At-Taubah, silahkan salurkan infaq, zakat dan wakaf Anda melalui rekening berikut

Bank Syariah Indonesia (BSI) 9200300290 a/n AT TAUBAH

Hingga Hawa Nafsunya Mengikuti Apa yang Aku Bawa

عَنْ أَبِيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بِنِ عمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : “لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَواهُ تَبَعَاً لِمَا جِئْتُ بِهِ” حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ رَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الحُجَّةِ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.

Dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mau mengikuti apa yang aku bawa.” (Hadits hasan shahih, kami telah meriwayatkannya dari kitab Al Hujjah dengan sanad shahih). Diriwayatkan oleh Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah (1/212) , Ibnu Abi ‘Ashim dalam as Sunnah (1/12), Al Baihaqi dalam al Madkhal Ilas Sunnan al Kubra (1/88) dan dia berkata: ”Nu’aim bin Hammad bersendirian dalam meriwayatkan hadits ini”, Al Khatib dalam Tarikh al Baghdad (4/368). Lihat kritikan tentang lemahnya hadits ini dalam Jami’ul ‘Ulum Wal Hikam (hal 387–388).

Nomer: 41 | Sumber: Arbain Nawawi